Akrostik NAMA
SENDU MERINDU
R embulan berwajah sendu. Mengintip ragu dari celah daun bambu, ditingkahi gemerisik dedaunan dan sepoi angin malam.
I ngatkah kau akan masa itu? Saat kelemahan meraja, meluluhlantakkan kekuatan hingga kuterpuruk berputus asa.
N estapa
hadir tak bertimbang rasa, meski tangis
menggema dan mengejutkan serangga malam, atau bahkan sang rembulan.
I nikah akhir cerita, ataukah permulaan babak penuh duka?
D alam
hangat genggam tanganmu, terselip semangat mengaliri sekujur raga. Pun ketika
ibu jarimu mengusap lembut kelopak mata ini, lalu mendekap penuh kasih. Jiwa
ini luluh dalam derai asa yang menipis.
A ndai
saja waktu dapat diputar kembali, kan kujaga tiap helai bakti hingga akhir masa
tanpa cela.
R asa
ini tak rela dalam ketiadaan, mengharap hadirmu walau absurd
A nganpun liar berkelana mengitar semesta, saat angin malam kian
menyelinap dan menusuk tajam, lalu menampar wajah mengembalikan kesadaran.
I ni bukan mimpi. Jalanku kini sepi, terjal berliku penuh onak dan
duri, menyemat luka dalam hati.
N amun perjalanan ini tak boleh terhenti. Nun jauh di sana,
kuyakin kau menantiku dengan segenap rindu,
Komentar
Posting Komentar