SENDU MERINDU R embulan berwajah sendu. Mengintip ragu dari celah daun bambu, ditingkahi gemerisik dedaunan dan sepoi angin malam. I ngatkah kau akan masa itu? Saat kelemahan meraja, meluluhlantakkan kekuatan hingga kuterpuruk berputus asa. N estapa hadir tak bertimbang rasa, meski tangis menggema dan mengejutkan serangga malam, atau bahkan sang rembulan. I nikah akhir cerita, ataukah permulaan babak penuh duka? D alam hangat genggam tanganmu, terselip semangat mengaliri sekujur raga. Pun ketika ibu jarimu mengusap lembut kelopak mata ini, lalu mendekap penuh kasih. Jiwa ini luluh dalam derai asa yang menipis. A ndai saja waktu dapat diputar kembali, kan kujaga tiap helai bakti hingga akhir masa tanpa cela. R asa ini tak rela dalam ketiadaan, mengharap hadirmu walau absurd A nganpun liar berkelana mengitar semesta, saat angin malam kian menyelinap dan menusuk tajam, lalu menam...